Adapunciri-ciri itu dapat dijelaskan sebagai berikut : โ€ข Sumber pengambilannya bersih dan akurat. Hal ini karena aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah berdasarkan Kitab dan Sunnah serta Ijma' para Salafush Shalih, yang jauh dari keruhnya hawa nafsu dan syubhat. โ€ข Ia adalah aqidah yang berlandaskan penyerahan total kepada Allah dan Rasul-Nya. Kedua komitmen. Keluarga yang tangguh pasti akan setia, teguh, dan ada pembuktian di dalamnya. Bukti yang dimaksud adalah sikap rela berkorban, penuh perhatian pada keluarga, serta teguh dalam memegang janji setia. Ketiga, tantangan. Persoalan atau masalah adalah tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama oleh suami dan istri. Ciri-ciri Salafy Sejati " - Pemateri : Ustadz Muhammad bin 'Umar As Sewed hafizhahullah - Hari & Tanggal : Sabtu, 30 Rabi'ul Awwal 1435 / 1 Februari 2014 - Jam : 09.00 WIB - selesai - Tempat : Masjid Agung Manunggal Bantul - Peserta : Umum putra & putri - CP : 0818 0410 0033/0818 0404 6981. Insya Allah disiarkan live Berikutciri-ciri utama ajaran Ahlussunnah Waljama'ah serta perbedaannya dengan paham yang lain: a. Berpegang teguh pada ajaran Rasulullah saw, dan tiga generasi emas sesudah beliau (generasi sahabat, tabi'in, tabi'it tabi'in). Ajaran tersebut tersusun dalam disiplin ilmu tauhid yang merujuk kepada ajaran pendiri Ahlusunnah wal-Jama'ah yakni Abu Hasan al-Asy'ari dan Abu Manshur al CiriKhas Masjid NU. 18 Desember 2021 Juru Tulis. Oleh Kiai Ma'ruf Khozin. Ketua Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur. Di Surabaya kawasan Rungkut ada jamaah Majelis Shalawat bernama Paseban Agung yang dibina oleh Kiai Mukarram. Jamaahnya ribuan. Namun selama masa pandemi ini tidak beraktivitas, hanya saja Ngaji Ahad pagi baru dimulai hari ini Vay Tiแปn Trแบฃ Gรณp 24 Thรกng. Jakarta - Syarat menjadi imam sholat berjamaah perlu dipenuhi sebab seorang imam harus mampu memimpin para makmumnya. Rasulullah SAW pernah menjelaskan syaratnya dalam beberapa salah satunya,ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุคูู…ูู‘ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุคูู‡ูู…ู’ ู„ููƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽุงุฆูŽุฉู ุณูŽูˆูŽุงุกู‹ ููŽุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ุณูู‘ู†ูŽู‘ุฉู ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูููŠ ุงู„ุณูู‘ู†ูŽู‘ุฉู ุณูŽูˆูŽุงุกู‹ ููŽุฃูŽู‚ู’ุฏูŽู…ูู‡ูู…ู’ ู‡ูุฌู’ุฑูŽุฉู‹ ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูููŠ ุงู„ู’ู‡ูุฌู’ุฑูŽุฉู ุณูŽูˆูŽุงุกู‹ ููŽุฃูŽู‚ู’ุฏูŽู…ูู‡ูู…ู’ ุณูู„ู’ู…ู‹ุงุŒ ูˆูŽ ูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ุณูู†ู‹ู‘ุงุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุคูู…ูŽู‘ู†ูŽู‘ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽ ูููŠ ุณูู„ู’ุทูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽู‚ู’ุนูุฏู’ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽูƒู’ุฑูู…ูŽุชูู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ู. [ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…]Artinya Rasulullah SAW bersabda, "Yang mengimami suatu kaum jamaah itu hendaklah yang paling baik bacaan kitab Allah Al Quran nya. Jika di antara mereka itu sama, maka hendaklah yang paling tahu tentang sunnah, dan apabila di antara mereka sama pengetahuannya tentang as-Sunnah, hendaklah yang paling dahulu berhijrah, dan apabila di antara mereka sama dalam berhijrah, hendaklah yang paling dahulu memeluk Islam'. Dalam riwayat lain disebutkan "Yang paling tua usianya. Janganlah seorang maju menjadi imam shalat di tempat kekuasaan orang lain, dan janganlah duduk di rumah orang lain di kursi khusus milik orang tersebut, kecuali diizinkan olehnya." HR. Muslim.Arti imam secara istilah adalah orang yang memimpin dalam sholat berjamaah. Imam dalam sholat dimaknai sebagai orang yang sholatnya diikuti orang lain dengan syarat-syarat yang telah ditentukan dalam syariat. Sebagaimana dikutip dari Ibnu Abdin dalam kitab dari buku Fikih Empat Madzhab Jilid 2 karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, berikut syarat seorang imam sholat1. Beragama IslamImam yang beragama Islam menjadi salah satu syarat sah dalam sholat berjamaah. Hal ini diamini oleh seluruh ulama dan kaum muslimin. Bagi non muslim yang melaksanakan sholat dan mengaku menjadi seorang muslim, maka sholatnya tidak sah dan harus diulang BalighTidak sah hukum sholat fardhu orang dewasa jika menjadi makmum dari anak kecil yang mumayyiz. Hal ini disepakati oleh imam bersar tiga mazhab. Adapun jika anak kecil yang mumayyiz menjadi imam bagi anak-anak seumurannya, maka sholatnya dianggap Berjenis kelamin laki-lakiMenurut Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, tidak sah hukum sholat fardhu berjamaah bila dipimpin oleh seorang wanita atau khunsa berkelamin ganda sementara makmumnya ada yang laki-laki. Namun, sah bagi seorang wanita bila dipimpin oleh wanita lainnya atau juga seorang tersebut disepakati oleh tiga mazhab selain mazhab Maliki. Sebab mazhab Maliki melarang keras seorang wanita atau khunsa menjadi imam, siapapun itu Berakal sehatHukumnya menjadi tidak sah bila sholat berjamaah diimami oleh orang hilang kewarasan atau gila."Tidak sah sholat yang dilakukan di belakang mereka orang linglung dan mabuk berdua, sebagaimana tidak sah sholat mereka juga." tulis Syaikh Abdurrahman jika ada orang gila yang terkadang waras dan terkadang tidak, maka sah sholat berjamaah jika dipimpin olehnya saat dalam keadaan syarat menjadi imam sholat berikutnya bisa klik di sini ya Simak Video "Sholat Berjamaah The Power of We" [GambasVideo 20detik] ๏ปฟloading...Salah satu ciri ahlus sunnah wal jamaah dapat diketahui dari akidah mereka yang seimbang dalam penggunaan dalil Aqli dan dalil Naqli. Foto/dok Ada tiga ciri utama ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah atau dikenal dengan istilah Aswaja yang patut kita ketahui. Tanda mereka dapat dikenali dari prinsip dan akhlak yang tiga cirinya dijelaskan oleh Al-Habib Quraisy Baharun pengasuh Ponpes As-Shidqu Kuingan dalam satu At-tawassuth atau Sikap Tengah-tengahArtinya selalu bersikap pertengahan, tidak ekstrem kiri ataupun ekstrim kanan. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam firman AllahูˆูŽูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุทุงู‹ ู„ู‘ูุชูŽูƒููˆู†ููˆุงู’ ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุก ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุดูŽู‡ููŠุฏุงู‹"Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian umat Islam umat pertengahan adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi ukuran penilaian atas sikap dan perbuatan manusia umumnya dan supaya Allah menjadi saksi ukuran penilaian atas sikap dan perbuatan kamu sekalian. QS Al-Baqarah 1432. At-tawazun atau Seimbang Dalam Segala HalTerrnasuk dalam penggunaan dalil 'aqli dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional dan dalil naqli bersumber dari Al-Qurโ€™an dan Hadis. Berikut firman-Nya ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ุฑูุณูู„ูŽู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุจูŽูŠู‘ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุฃูŽู†ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ููŠุฒูŽุงู†ูŽ ู„ููŠูŽู‚ููˆู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูุงู„ู’ู‚ูุณู’ุทู"Sunguh kami telah mengutus Rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca penimbang keadilan supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. QS Al-Hadid 253. Al-i'tidal atau Tegak Lurus Dalam Al-Qur'an Allah berfirmanูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุงู’ ูƒููˆู†ููˆุงู’ ู‚ูŽูˆู‘ูŽุงู…ููŠู†ูŽ ู„ูู„ู‘ู‡ู ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุก ุจูุงู„ู’ู‚ูุณู’ุทู ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุฌู’ุฑูู…ูŽู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุดูŽู†ูŽุขู†ู ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู„ุงู‘ูŽ ุชูŽุนู’ุฏูู„ููˆุงู’ ุงุนู’ุฏูู„ููˆุงู’ ู‡ููˆูŽ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจู ู„ูู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุงู’ ุงู„ู„ู‘ู‡ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ูŽ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ ุจูู…ูŽุง ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ"Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu sekalian menjadi orang-orang yang tegak membela kebenaran karena Allah menjadi saksi pengukur kebenaran yang adil. Dan janganlah kebencian kamu pada suatu kaum menjadikan kamu berlaku tidak adil. Berbuat adillah karena keadilan itu lebih mendekatkan pada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. QS Al-Maidah 8Selain ketiga prinsip ini, golongan Ahlus Sunnah wal Jamaah juga mengamalkan sikap tasamuh atau toleransi. Yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama. Namun, bukan berarti mengakui atau membenarkan keyakinan yang berbeda tersebut dalam meneguhkan apa yang diyakini. Firman AllahููŽู‚ููˆู„ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู‚ูŽูˆู’ู„ุงู‹ ู„ู‘ูŽูŠู‘ูู†ุงู‹ ู„ู‘ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑู ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽุฎู’ุดูŽู‰"Maka berbicaralah kamu berdua Nabi Musa dan Nabi Harun kepadanya Fir'aun dengan kata-kata yang lemah lembut dan mudah-mudahan ia ingat dan takut. QS. Thaha 44Ayat ini berbicara tentang perintah Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Harun agar berkata dan bersikap baik kepada Fir'aun. [Al-Hafizh Ibnu Katsir 701-774 H/1302-1373 M] Ketika menjabarkan ayat ini mengatakan, "Sesungguhnya dakwah Nabi Musa dan Nabi Harun kepada Fir'aun adalah menggunakan perkataan yang penuh belas kasih, lembut, mudah dan ramah. Hal itu dilakukan supaya lebih menyentuh hati, lebih dapat diterima dan lebih berfaedah". Tafsir al-Qur'anil 'Azhim, juz III hal 206.Prinsip-prinsip ini dapat terwujudkan dalam beberapa hal sebagai berikut 1. Akidah - Keseimbangan dalam penggunaan dalil 'aqli dan dalil naqli. - Memurnikan akidah dari pengaruh luar Islam. - Tidak gampang menilai salah atau menjatuhkan vonis syirik, bid'ah apalagi Syari'at- Berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadis dengan menggunanakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. - Akal baru dapat digunakan pada masalah yang yang tidak ada nash yang jelas sharih/qotht'i. - Dapat menerima perbedaan pendapat dalam menilai masalah yang memiliki dalil yang multi-interpretatif zhanni.3. Tashawuf/Akhlak- Tidak mencegah, bahkan menganjurkan usaha memperdalam penghayatan ajaran Islam, selama menggunakan cara-cara yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam. - Mencegah sikap berlebihan ghuluw dalam menilai sesuatu. - Berpedoman kepada Akhlak yang luhur. Misalnya sikap syaja'ah atau berani antara penakut dan ngawur atau sembrono, sikap tawadhu' antara sombong dan rendah diri dan sikap dermawan antara kikir dan boros. Baca Juga rhs โ€“ Seruan akan ciri-ciri masjid sunnah menyebar. Pertanyaannya kalau tidak masuk kategori itu terus gimana? Jadi masjid makruh?Gara-gara melihat sebuah campaign kalau bisa disebut demikian tentang โ€œCiri-Ciri Masjid Sunnahโ€ yang cukup banyak menyebar di media sosial, saya jadi teringat kisah seorang Arab Badui yang kedapatan kencing di masjid sekali lagi, kencing di Masjid saja para sahabat sempat dibikin berang. Sayyidina Umar bahkan sudah hampir menghunus pedangnya. Untung, Nabi Muhammad mencegahnya. Orang badui itu dibiarkan Nabi sampai benar-benar purna membuang sahabat pun terpaksa bergeming di tempatnya masing-masing. Wajar kalau mereka menggerutu. Ini masjid. Kehormatan mereka sebagai orang Islam tentu terjun ke jurang Palung Mariana yang ya gimana, Nabi sendiri yang bilang bahwa, โ€œBiarkanlah ia, dan siramkanlah di atas air kencingnya satu timba air atau seember air, karena sungguh kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus memberikan kesulitan.โ€ BukhariSikap Nabi SAW yang membiarkan orang kencing di masjid itu jelas bukan tanpa alasan. Buktinya, orang yang bersangkutan tetap diajak bicara oleh Nabi, lalu diberi pengertian, dan tersadar bahwa ia memang telah salah tempat hari ini, jangankan โ€œmengencingiโ€ masjid, tasbih atau bersalaman di masjid pun sekarang bisa dikategorikan sebagai sesuatu yang lebih buruk dari itu. Setidaknya itu kesan yang saya dapat ketika menyaksikan kampanye ciri-ciri masjid sunnah seperti di bawah itu, saya rasa ciri-ciri masjid sunnah telah mengalami degradasi identitas dan bahkan secara ironi direduksi menjadi masjid yang โ€œtidak-tidakโ€. Tidak boleh ini. Tidak boleh horornya rumah ibadah yang sedikit-sedikit kok nggak boleh. Wong abis salat ngecek hengpon saja boleh kok. Mau ngeceknya sambil salto juga boleh. Masak malah salaman, zikir pakai tasbih, puji-pujian, wa akhwatuha jadi nggak boleh dilakukan usai salat?Melihat kampanye yang โ€œtidak-tidakโ€ begitu, saya rasa ini menandakan masjid sudah ter-institusi-kan menjadi suatu tempat yang eksklusif. Hanya boleh untuk kegiatan-kegiatan tertentu. Wabilkhusus kelompok tidak masalah sih kalau itu masjid sunnah seperti itu hanya untuk mengakomodasi suatu daerah tertentu yang kebetulan jamaahnya begitu semua. Baru jadi masalah itu justru karena pemakaian diksi โ€œsunnahโ€-nya. Klaim penggunaan diksi inilah yang sejatinya cukup istilah โ€œmasjid sunnahโ€ itu agak wagu sih. Ibaratnya kayak menang-menangan main klaim. Lah iya dong. Hakok kesunahan Nabi jadi klaim kelompok ini, sehingga mereka layak menjadi penentu?Dalam kasus masjid sunnah ini, penggunaan klaim ini seolah-olah menunjukkan bahwa masjid yang lain jadi tidak tidak pakai istilah โ€œmasjid salafโ€ saja? Yang sesuai dengan identitas penggagasnya? Kenapa harus sembunyi-sembunyi berlindung di balik suatu klaim sunnah begitu? Lagian kalau memang isi kampanyenya tidak ada yang salah, kenapa malu dengan identitas diri?Terlepas dari main klaim masjid sunnah yang tidak-boleh-ini-tidak-boleh-anu, masjid secara filosofis maknanya sebenarnya bisa lebih luas.โ€œJuโ€™ilat lana al-ardh kulluha masjidan,โ€ kata Nabi. Bumi itu masjid. Masjid itu tempat sujud. Jadi, segala tempat yang bisa dipakai untuk bersujud, itulah ini agak berbeda dengan umat terdahulu, jauh sebelum era Nabi Muhammad. Di masa Nabi Musa syariat beribadah itu meniscayakan sebuah bangunan. Ya, literally bangunan. Ada bentuknya, ada wujudnya, dan mungkin ada cakar ayamnyaโ€”meski waktu itu belum ada kalau dibandingkan tempat ibadah umat Nabi Musa, syarat infrastruktur peribadatan umat Nabi Muhammad jauh lebih longgar. Ya iya dong, ini menjadikan segala penjuru bumi ini sebagai masjid jeh. Bisa dipakai buat salat di mana saja asal secara fikih suci tempat, suci pakaian.Hanya saja, sesuatu yang substantif-esensialis itu tetaplah butuh wadah agar membumi dan bisa dikenali sebagai identitas suatu kelompok keagamaan. Makanya, masjid kemudian dibutuhkan bangunannya. Didirikan oleh umat fungsi masjid itu sebenarnya lebih kental urusan sosialnya ketimbang urusan habluminallah-nya. Agar salat jamaah bisa bareng-bareng di sana. Berinteraksi sesama muslim di sana. Dan merajut tenun perbedaan di kenapa, ketika suatu masjid sebagai bangunan fisik telah berdiri, maka bangunan ini auto menjadi bagian dari artefak kebudayaan yang bersentuhan dengan masyarakat di sekitarnya secara langsung. Tanpa persentuhan itu, ya masjid yang barusan dibangun itu bakal jadi bangunan yang โ€œmatiโ€.Dan ketika sebuah masjid tak punya pertalian batin dengan masyarakat di sekitarnya, ya ia tak lebih dari seperti โ€œberhalaโ€. Bukan ibadahnya yang dipentingkan, tapi justru tempat ibadahnya yang โ€œdisembahโ€. Masjid sebagai tempat sesembahan saja, bukan tempat untuk menghidupkan manusia atau menghidupkan pertalian dengan masyarakat ini begitu kental, itu yang jadi sebab kenapa masjid-masjid di tempat saya tinggal di Sleman jelas akan berbeda dengan bangunan masjid di Madinah. Baik secara arsitekturnya, maupun kebiasan masyarakat dalam berinteraksi dengan sekalipun di Sleman ada masjid yang agak mirip dengan Masjid Nabawi. Salah satunya adalah Masjid Suciati, di bilangan Gito-Gati, Sleman. Meski secara fisik hampir sama, kultur keduanya tetaplah berbeda. Minimal letak perbedaan itu ada di wilayah keamanan. Masjid Nabi dijaga askar, Masjid Suciati mempekerjakan aspek sosial masjid jauh lebih fundamental ketimbang aspek ibadah individualnya, makanya kebudayaan masjid harusnya bisa inklusif dan toleran dengan seperti pada masa Nabi, masjid merupakan pusat peradaban umat muslim. Di dalamnya ada agenda sosial, ekonomi, intelektual, dan tentu saja ibadah. Itulah kenapa pendirian sebuah masjid harus seirama dengan karakter masyarakat masjid tidak boleh mengikuti ego atau keangkuhan, apalagi berdasarkan kesewenang-wenangan, dalih menang-menangan, atau main klaim-klaiman. Ini yang masjid sunnah, ini yang bukan. Bukan di Indonesia barangkali tidak semeriah hari ini jika para misionaris muslim awal berpikiran bahwa bentuk masjid harus mutlak mengikuti gaya arsitektur Timur Tengah, tempat muasal agama Islam. Berikut juga dengan segala hari ini kita bisa melihat betapa Masjid Menara Kudus tetap mengumandangkan azan, kendati bentuk fisiknya menyerupai bangunan yang identik dengan umat Hindu. Pun, Masjid Agung Kauman di Yogyakarta yang tetap lestari dengan tradisi di sini, di Korea sana, bahkan ada masjid yang berdiri di atas klub malam. Anggaplah bangunannya memang berlantai-lantai. Ketika umat Muslim mau berangkat sembahyang, sangat mungkin yang mereka lihat pertama kali bukan tempat wudu atau padasan, tetapi mau menang-menangan apakah itu masuk kategori masjid sunnah atau tidak? Hayaaa sepertinya begitu, kalau Anda panjenengan semua ingin beneran mencari ciri-ciri masjid sunnah yang pahalanya bisa berlipat-lipat jika sembahyang di sana, ya cuma ada di tiga tempat Masjid al-Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjid al-Aqsha di soal itu, dalilnya jelas dan absolute.โ€œTerus gimana kalo nggak ada duit buat ke sana?โ€Waituโ€ฆ sama. jelas, kalo panjenengan mau cari referensi masjid yang asyik dan lumrah bagi Islam di Indonesia, pastikan bahwa rumah ibadah itu bukan masjid yang โ€œtidak-tidakโ€. Kata โ€œtidakโ€ itu berarti menegasi atau mengeksklusi. Btw, itu masjid apa form vaksinasi? Kok banyak tidaknya?BACA JUGA Dia Sakit dan Kamu Sibuk Membangun Masjid atau tulisan ESAI Anwar KurniawanEditor Ahmad KhadafiTerakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh Ahmad Khadafi Gencarnya dakwah Wahabi memang cukup meresahkan. Gerakan mereka hampir berada di segala lini baik di dunia maya maupun dunia nyata. Salah satu keberhasilan mereka di dunia nyata yaitu merebut masjid-masjid yang dimiliki oleh kelompok Ahlussunnah atau mendirikan masjid sendiri sesuai dengan standart Wahabi senang dagangan sunnah, masjidpun mereka stempel dengan kata sunnah untuk mencari jamaah. Dengan stempel sunnah, masjid tersebut mereka anggap sebagai masjid yang sesuai ajaran luar setempel masjid sunnah, berarti masjid lain atau masjid yang tidak ada contoh dari Nabi, Tentunya yang mereka anggap masjid bidโ€™ah adalah masjid Aswaja. Lebih khususnya masjid agar tidak salah pilih masjid berkut adalah beberapa ciri-ciri masjid Wahabi yang berstempel โ€œMasjid Sunnahโ€ padahal hanya untuk menipu Masjid Wahabi anti tilawah, shalawat, murattal atau puji-pujian, setelah adzan, karena menurut mereka itu adalah bidโ€™ah. Wahabi akan merasa terganggu dengan suara bacaan Al-Qurโ€™ bacaan shalawat atau puji-pujian setelah adzan adalah bidโ€™ah tercela? Al-Hafizh as-Sakhawi berkataูˆูŽู‚ูŽุฏู ุงุฎู’ุชูู„ูููŽ ูููŠู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู‡ูŽู„ู’ ู‡ููˆูŽ ู…ูุณู’ุชูŽุญูŽุจูŒู‘ ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽูƒู’ุฑููˆู’ู‡ูŒ ุฃูŽูˆู’ ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒ ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุดู’ุฑููˆู’ุนูŒ ูˆูŽุฃุณู’ุชูุฏูู„ูŽู‘ ู„ูู„ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ุจูู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ ูˆูŽุงูู’ุนูŽู„ููˆุง ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุŒ ูˆูŽู…ูŽุนู’ู„ููˆู’ู…ูŒ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌูŽู„ูู‘ ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽุจู ู„ุงูŽ ุณููŠูŽู‘ู…ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุชูŽูˆูŽุงุฑูŽุฏูŽุชู’ ุงู’ู„ุฃูŽุฎู’ุจูŽุงุฑู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุซูู‘ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูŽุนูŽ ู…ูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ูููŠ ููŽุถู’ู„ู ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู ุนูŽู‚ูุจูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฐูŽุงู†ู ูˆูŽุงู„ุซูู‘ู„ูุซู ุงู’ู„ุฃูŽุฎููŠู’ุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽู‚ูุฑู’ุจู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ูˆูŽุงุจู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŒ ูŠูุคู’ุฌูŽุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู ุจูุญูุณู’ู†ู ู†ููŠูŽู‘ุชูู‡ู. ุงู„ุญุงูุธ ุงู„ุณุฎุงูˆูŠุŒ ุงู„ู‚ูˆู„ ุงู„ุจุฏูŠุน ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุญุจูŠุจ ุงู„ุดููŠุนุŒ 280.โ€œPembacaan shalawat menjelang shalat tersebut diperselisihkan, apakah dihukumi sunnah, makruh, bidโ€™ah, atau disyariโ€™atkan? Pendapat yang pertama berdalil dengan firman Allah โ€œKerjakanlah semua kebaikan.โ€ Telah dimaklumi bahwa membaca shalawat dan salam termasuk ibadah sunnah yang paling agung, lebih-lebih telah datang sekian banyak hadits yang mendorong hal tersebut, serta hadits yang datang tentang keutamaan berdoa setelah adzan, sepertiga malam dan menjelang fajar. Pendapat yang benar adalah, bahwa hal tersebut bidโ€™ah hasanah kreativitas bagus, yang pelakunya diberi pahala dengan niatnya yang baik.โ€ Al-Hafizh as-Sakhawi, al-Qaul al-Badiโ€™, hal. 280.2. Wahabi menganggap bahwa meluruskan shaf saat shalat harus dengan menempel antar kaki jamaah. Kalau belum menempel maka dianggap shalatnya tidak benarkah kesempurnaan shalat dilihat dari menempelnya kaki antar jamaah sebagaimana anggapan Wahabi? Tidak benar, sebab dalam riwayat yang menempelkan kaki hanya seorang sahabat. Tidak semua sahabat nabi melakukannya. Berikut dalilnyaุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ุฎูŽุงู„ูุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฒูู‡ูŽูŠู’ุฑูŒ ุนูŽู†ู’ ุญูู…ูŽูŠู’ุฏู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู‚ููŠู…ููˆุง ุตููููˆููŽูƒูู…ู’ ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุฑูŽุงูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุงุกู ุธูŽู‡ู’ุฑููŠ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูู†ูŽุง ูŠูู„ู’ุฒูู‚ู ู…ูŽู†ู’ูƒูุจูŽู‡ู ุจูู…ูŽู†ู’ูƒูุจู ุตูŽุงุญูุจูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุฏูŽู…ูŽู‡ู ุจูู‚ูŽุฏูŽู…ูู‡ูยปDari Anas bin Malik dari Nabi Muhammad shallallah alaih wasallam โ€Tegakkanlah shaf kalian, karena saya melihat kalian dari belakang pundakku.โ€ Ada seorang di antara kami yang menempelkan bahunya dengan bahu temannya dan telapak kaki dengan telapak kakinya.HR. Al-Bukhari3. Masjid Wahabi tidak terdapat tasbih karena mereka menganggap bahwa biji tasbih adalah tasyabbuh bil kuffar menyerupai orang kafir dan tak ada contohnya dari klaim Wahabi bahwa memakai tasbih menyerupai orang kafir? Mufti al-Azhar, Syekh Athiyah Shaqr menjawab๏ปญ๏บ‡๏ปŸ๏ปฐ ๏บŸ๏บŽ๏ปง๏บ ๏บ‡๏ป—๏บฎุง๏บญ ุง๏ปŸ๏ปจ๏บ’๏ปฐ ๏บป๏ป ๏ปฐ ุง๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปช ๏ปญ๏บณ๏ป ๏ปข ๏ปŸ๏ปฌ๏บฌุง ุง๏ปŸ๏ปŒ๏ปค๏ปž ๏ปญ๏ป‹๏บช๏ปก ุง๏ปน๏ปง๏ปœ๏บŽ๏บญ ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปชุŒ ุง๏บ—๏บจ๏บฌ ๏ป‹๏บช๏บฉ ๏ปฃ๏ปฆ ุง๏ปŸ๏บผ๏บค๏บŽ๏บ‘๏บ” ๏ปญุง๏ปŸ๏บด๏ป ๏ป’ ุง๏ปŸ๏บผ๏บŽ๏ปŸ๏บข ุง๏ปŸ๏ปจ๏ปฎ๏ปฏ ๏ปญุง๏ปŸ๏บค๏บผ๏ปฐ ๏ปญ๏ป‹๏ป˜๏บช ุง๏ปŸ๏บจ๏ปด๏ป‚ ๏ปญ๏ป๏ปด๏บฎ๏ปซ๏บŽ ๏ปญ๏บณ๏ปด๏ป ๏บ” ๏ปŸ๏ป€๏บ’๏ป‚ ุง๏ปŸ๏ปŒ๏บช๏บฉ ๏ป“๏ปฐ ุง๏ปŸ๏บ˜๏บด๏บ’๏ปด๏บข ๏ปญ๏ปŸ๏ปข ๏ปณ๏บœ๏บ’๏บ– ๏บ‡๏ปง๏ปœ๏บŽ๏บญ ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏ปขโ€œDi samping Nabi menyetujui terhadap Sahabat yang membaca tasbih dengan batu kecil [HR Abu Dawud] serta Nabi tidak mengingkarinya, ternyata ada banyak Sahabat dan ulama Salaf yang menjadikan batu, kerikil, dan pintalan tali sebagai sarana untuk menghitung bacaan tasbih, dan mereka tidak mengingkarinya.โ€4. Wahabi mengharamkan Qunut Shubuh karena menurut Wahabi itu adalah bidโ€™ah yang tercela. Lantas benarkah Qunut shubuh hukumnya bidโ€™ah tercela sebagaimana tuduhan Wahabi?ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุง ุฒูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ูŠูŽู‚ู’ู†ูุชู ูููŠ ุงู„ู’ููŽุฌู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ููŽุงุฑูŽู‚ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ ูˆุงู„ุฏุงุฑู‚ุทู†ูŠโ€œDiriwayatkan dari Anas Ibn Malik. Beliau berkata, โ€œRasulullah Saw senantiasa membaca qunut ketika shalat subuh sehingga beliau wafat.โ€ Musnad Ahmad bin Hanbal, juz III, hal. 162 [12679], Sunan al-Daraquthni, juz II, hal. 39 [9].5. Masjid Wahabi tidak ada kaligrafi, karena mereka sangat alergi dengan tulisan seperti itu. Alasan mereka karena Rasulullah Saw tidak pernah mengajarkan kaligrafi sehingga itu adalah bidโ€™ah menurut ulama Syafiโ€™iyah, kaligrafi pada masjid tidak haram selagi dalam batas kewajaran sebagaimana merujuk pada sejarahKhalifah Umar bin Abdul Aziz yang menjadi khalifah dari tahun 99 H hingga 101 H/717 M hingga 720 M, beliau telah memperluas bangunan masjid Nabawi di Madinah, dan mengarahkan agar ditulis ayat-ayat Al-Quran dengan emas di sepanjang dinding mihrab masjid tersebut. Dan faktanya disana sampai sekarang baik-baik Di Masjid Wahabi tidak ada tradisi salam-salaman setelah shalat karena hal tersebut juga dianggap bidโ€™ah yang bertentangan dengan syariat. Benarkah salaman setelah shalat adalah tradisi tercela sebagaimana menurut Wahabi?ุนูŽู†ู’ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ูŠูŽุฒููŠู’ุฏ ุจูู†ู’ ุงูŽุณู’ูˆูŽุฏู’ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ุตูู‘ุจู’ุญูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ู…ู’. ูˆูŽู‚ุงู„ูŽ ุซูู…ูŽู‘ ุซูŽุงุฑูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูŠูŽุฃุฎูุฐูˆู’ู†ูŽ ุจููŠูŽุฏูู‡ ูŠูŽู…ู’ุณูŽุญููˆู’ู†ูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆูุฌููˆู’ู‡ูŽู‡ูู…ู’, ููŽุฃูŽุฎูŽุฐุชู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ููŽู…ูŽุณูŽุญู’ุชู ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุฌู’ู‡ููŠู’.ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑู‰โ€œDiriwayatkan dari sahabat Yazid bin Aswad bahwa ia shalat subuh bersama Rasulallah, lalu setelah shalat para jamaah berebut untuk menyalami Nabi, lalu mereka mengusapkan ke wajahnya masing-masing, dan begitu juga saya menyalami tangan Nabi lalu saya usapkan ke wajah saya.โ€ Bukhari, hadits ke 33607. Masjid Wahabi tidak ada doโ€™a bersama. Karena menurut mereka doโ€™a bersama adalah bidโ€™ah yang tidak ada dasarnya dalam Al-Qurโ€™an serta tuntunannya dari Nabi Saw. Apakah tepat pendapat Wahabi tersebut?ุนูŽู†ู’ ุญูŽุจููŠู’ุจู ุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ููู‡ู’ุฑููŠูู‘ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุฌูŽุงุจูŽ ุงู„ุฏู‘ูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุฌู’ุชูŽู…ูุนู ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู’ ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูุคูŽู…ูู‘ู†ู ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฏูุนูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’. ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุทุจุฑุงู†ูŠ ููŠ ุงู„ูƒุจูŠุฑ ูˆ ุงู„ุญุงูƒู… ููŠ ุงู„ู…ุณุชุฏุฑูƒArtinya Dari Habib bin Maslamah al-Fihri RA โ€“beliau seorang yang dikabulkan doโ€™anya-, berkata โ€œSaya mendengar Rasulullah SAW bersabda โ€œTidak lah berkumpul suatu kaum Muslimin, lalu sebagian mereka berdoโ€™a, dan sebagian lainnya mengucapkan amin, kecuali Allah pasti mengabulkan doโ€™a mereka.โ€ HR. al-Thabarani dalam al-Muโ€™jam al-Kabir, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak.Dari sini jelas bahwa klaim Masjid Sunnah hanyalah akal-akalan kelompok Wahabi saja yang tujuannya untuk menarik perhatian jamaah awam. Padahal sejatinya masjid merekalah yang sangat jauh dari kata sunnah. Wallahuaโ€™lam Masya Allah, Alhamdulillah . Senangnya, apabila kita dapa sholat di masjid-masjid yang menghidupkan sunnah rasulullah shalallahuโ€™alaihi wasallam . nuansa sunnah-nya itu menenangkan hati. ciri-ciri masjid sunnah diantaranya adalah 1. disana ada pengajian-pengajian yang membahas tentang sunnah 2. biasanya karpetnya tidak bercorak polos 3. mimbarnya memiliki anak tangga 4. setelah sholat tidak ada dzikir berjamaah yang dikeraskan 5. biasanya, ketika sholat imam-nya memperingatkan untuk meluruskan dan merapatkan shaf-nya 6. kalo khotbah jumat, biasanya khotibnya menggebu-gebu ketika menyampaikan khotbah, sehingga jamaah tidak mengantuk. Ketika berdoa di khotbah ke dua, biasanya beliau mengacungkan jari telunjuknya ke langit. 7. dan masih banyak contoh lainnya salah satunya lagi, biasanya jamaah-nya berjanggut/jenggotan dan memakai pakaian yang tidak melebihi mata kaki, sesuai sunnah rasul shalallhuโ€™alaihi wa sallam fasilitas-fasilitas penunjang lainnya adalah jadwal waktu sholat timer adzan, biasanya dilengkapi waktu syuruq, lemari yang berisikan kitab2 al-quran untuk jamaah agar bisa membaca atau menghapal al-quran. biasanya malam jumat rame, pada baca al-kahfi. fasilitas lain yang harus ada lagi, daiantanya adalah kipas angin atau ac, apabila panas ruangan-nya, poster-poster sunnah seperti tata cara wudhu yang benar, tata cara sholat dan bacaan-nya, tand-tanda kiamat sesuai sunnah dll. tempat penitipan sandal, sepatu dan tas yang membuat jamaah menjadi tenang ketika sholat, dan yang terakhir adalah notification untuk mematikan handphone ketika sholat hape bunyi ketika sholat itu menganggu banget, padahal mematikan hape ketika sholat tidak membatalkan sholat, karena itu gerakan yang diperbolehkan, mengandung manfaat yang sangat luar biasa, tetapi sebagian jamaah malah menunggu sampai hape itu mati sendiri/ tidak mengangkatnya, ini merupakan salah satu tindakan yang tidak bertanggung jawab . salah satu masjid sunnah yang ada dijakarta ini adalah masjid nurul iman blok m square lantai 7 . masjid yang terletak dilantai 7 mall blok m square ini, memiliki tempat manasik haji. ada miniatur kabah, hajar aswad, maqom ibrahim, tempat melempar jumroh, hijr ismail, tempat saโ€™i . kumplit, insya allah memudahkan jemaah yang akan melakukan manasik untuk haji ataupun umroh. jam waktu sholat, beserta jeda adzan ke iqomatnya . rak buku buat al-quran dan buku-buku sunnah, seperti buku dzikir pagi dan petang mimbarnya sesuai sunnah, dimana ada anak tangga untuk khotib melakukan khutbah jumat . tempat sholat imam, depannya dikasih sutroh pembatas, sesuai sunnah . karpetnya tidak bercorak terlalu ramai, sehingga dapat membuat jamaah lebih khusyu ketika menghadapkan wajahnya ke bawah ketika sholat . hari biasa kotak sepatu/sendal ini sepi. namun hari jumat kotak sepatu ini ramai nian . hehe di masjid ini rutin diadakan kajian ilmiah, setiap setelah sholat ashar. senin sampai sabtu. dan biasanya ada pula daurah di hari sabtu dan minggu yang bekerjasama dengan dan al-ilmu, ataupun yang diadakan oleh pengurus masjid blok m square ini sendiri. berikut cotohnya jangan lewatkan ahad, 8 desember 2013. kajian mengenai bahaya syiah, insya allah ada bagi-bagi buku dari MUI tentang bahaya syiah ini . jadwal kajian rutin, masjid nurul iman blok m suare kajian ilmiah oleh ustadz ahmad zainudin . kajian yang diselenggarkan oleh pengurus masjid nurul iman blok m square.

ciri ciri masjid sunnah